Isu yang belakangan ini memang selalu membuat kita bergidik, rasanya kehidupan di bumi ini sudah semakin singkat, faktor yang menyebabkannya adalah dari perkiraan tekhnologi modern yang sudah sangat akurat ditambah dengan perkiraan manusia yang katanya bisa memprediksi kapan terjadinya hari yang mengenaskan tersebut.
Walaupun sebegitu akuratnya data yang diterima baik itu di buktikan dengan perangkat modern atau kepercayaan sekelompok orang, satu hal yang saya katakan disini adalah data yang terakurat ada pada sang pencipta yang tahu kapan dan waktunya DIA berbuat sesuatu.
Salah satu yang memberikan data yang akurat tersebut adalah suku Maya yang disebut mempunyai ilmu Falak dan Sistem Penanggalan Yang Akurat dan disebutkan bahwa akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga menimbulkan terhentinya semua aktivitas di bumi. Seperti yang di beritakan bahwa akan ada badai yang disebut Badai Antariksa dan berbagai dampaknya kepada bumi.
Akibat dari Gelombang Galaksi tersebut adalah :
Pertama : Terjadi ledakan di permukaan atmosfer Matahari yang menimbulkan badai Antariksa
Kedua : Miliaran ton gas superpanas berisi partikel dilontarkan ke luar angkasa
Ketiga : Sebaran partikel ini dapat menyebabkan gangguan navigasi/magnet pada bumi
Keempat : Gangguan pada sistem Satelit, Sistem Pembangkit Listrik dan gangguan pada Frekuensi Radio.
Saat ini, setelah berita ini di munculkan, para ahli dibidang sains, kedirgantaraan, penerbangan maupun ahli antariksa, membuat suatu antisipasi dengan cara membangun sistem pemantau cuaca, yakni pantauan meliputi lapisan ionosfer, geomagnetik dan gelombang radio.
Namun apapun yang terjadi pada masa yang akan datang, niscaya Maha Pencipta sudah terlebih dahulu memberikan peringatan dan himbauan kepada manusia dan masih sangat segar bila di ingat tahun 2000 lalu dimana dikabarkan bahwa sistem komputer dan lainnya akan kembali ke angka Nol jika masuk ke tahun 2000 tersebut, buktinya pada masa itu tidak terjadi sesuatu yang berarti.Semuanya yang terjadi pada masa ini dan pada masa yang akan datang adalah sesuatu rencana namun jikalau sang Pencipta belum mau melakukannya, pasti akan tidak terjadi sesuat
Sabtu, 18 Februari 2012
Kamis, 26 Januari 2012
Malam Ini Bulan Berubah Jadi Darah Selama 100 Menit
Pengamat angkasa (BMG) Inggris mengharapakan langit cerah malam ini sehingga bisa melihat fenomena gerhana bulan penuh paling lama sejak 2000.
Fenomena itu akan mengubah warna bulan menjadi merah darah selama 100 menit atau selama masa gerhana bulan menjadi penuh.
Namun NASA memperingatkan Eropa akan kehilangan fenomena awal gerhana bulan itu karena “fenomena itu terjadi sebelum moonrise.”
Gerhana akan terjadi pada 06.24pm (BST/British Summer Time) dan berakhir pada tengah malam, tetapi matahari belum terbenam di Inggris sampai pukul 09:19pm.
Orang-orang di sebelah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan Australia Barat akan menikmati fenomena tersebut. Namun, mereka yang tinggal di AS akan kehilangan fenomena itu karena terjadi pada siang hari.
Biasanya, Bulan diterangi Matahari. Selama gerhana bulan, Bumi, Matahari dan Bulan berada di garis dan bayangan Bumi bergerak melintasi permukaan bulan purnama.
Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi membuat bulan tampak merah, coklat atau hitam.
Peredaran bulan ke posisi yang sama setiap bulan, tetapi kemiringan orbit bulan berarti biasanya bulan melewati atas atau di bawah bayangan terestrial. Hal itu berarti bulan purnama terlihat tetapi tidak terjadi gerhana, demikian dikutip dari Daily Mail yang dilaporkan Antara.
Fenomena itu akan mengubah warna bulan menjadi merah darah selama 100 menit atau selama masa gerhana bulan menjadi penuh.
Namun NASA memperingatkan Eropa akan kehilangan fenomena awal gerhana bulan itu karena “fenomena itu terjadi sebelum moonrise.”
Gerhana akan terjadi pada 06.24pm (BST/British Summer Time) dan berakhir pada tengah malam, tetapi matahari belum terbenam di Inggris sampai pukul 09:19pm.
Orang-orang di sebelah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan Australia Barat akan menikmati fenomena tersebut. Namun, mereka yang tinggal di AS akan kehilangan fenomena itu karena terjadi pada siang hari.
Biasanya, Bulan diterangi Matahari. Selama gerhana bulan, Bumi, Matahari dan Bulan berada di garis dan bayangan Bumi bergerak melintasi permukaan bulan purnama.
Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi membuat bulan tampak merah, coklat atau hitam.
Peredaran bulan ke posisi yang sama setiap bulan, tetapi kemiringan orbit bulan berarti biasanya bulan melewati atas atau di bawah bayangan terestrial. Hal itu berarti bulan purnama terlihat tetapi tidak terjadi gerhana, demikian dikutip dari Daily Mail yang dilaporkan Antara.
Rabu, 14 Desember 2011
Astronom
Astronom
Dari fritzie astronomy, ensiklopedia bebas
Astronom adalah seseorang yang mencurahkan waktunya dalam kegiatan astronomi, dan memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu astronomi.Ada hal yang membedakan astronom dari ilmuwan di bidang pengetahuan lain. Astronom tidak dapat menyentuh benda yang menjadi obyek penelitiannya karena letaknya yang sangat jauh dan tidak dapat melakukan percobaan terhadap obyek tersebut. Namun ada penghubung antara astronom dan obyek-obyek astronomi tersebut, yaitu berupa pancaran energi. Tugas astronom adalah mengolah dan menafsirkan informasi yang dibawa oleh pancaran energi dari obyek-obyek astronomis tersebut.[1]
Astronom terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu astronom profesional, dan astronom amatir.
Rabu, 07 Desember 2011
Planet
Planet
Dari fritzie astronomy Indonesia, ensiklopedia bebas
Planet-planet dalam Tata Surya:
1. Merkurius
2. Venus
3. Bumi
4. Mars
5. Jupiter
6. Saturnus
7. Uranus
8. Neptunus
1. Merkurius
2. Venus
3. Bumi
4. Mars
5. Jupiter
6. Saturnus
7. Uranus
8. Neptunus
- mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
- mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
- tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan,
- telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
- Berdiameter lebih dari 800 km
Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata surya menjadi hanya 8.
Daftar isi
[sembunyikan]Sabtu, 03 Desember 2011
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)
Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada. Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
Langganan:
Postingan (Atom)